Sabtu, 04 Februari 2012

Kebudayaan Cina yang telah menyatu di Indonesia

1. Wayang potehi




Wayang potehi merupakan salah satu jenis wayang khas tionghoa yang berasal dari cina bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis tionghoa ke berbagai wilayah nusantara pada masa lampau dan telah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional indonesia. Cerita yang ditampilkan berasal dari legenda rakyat tiongkok, seperti sampek engthay, sih djienkoei, capsha thaypoo, sungokong, dll.

2. Bacang




Bakcang atau bacang adalah penganan tradisional masyarakat tionghoa. Kata ‘bakcang’ sendiri adalah berasal dari dialek hokkian yang lazim dibahasakan di antara suku tionghoa di indonesia.

Makanan ini, menurut legenda, muncul pada zaman dinasti zhou berkaitan dengan simpati rakyat kepada qu yuan yang bunuh diri dengan melompat ke sungai miluo. Pada saat itu, bakcang dilemparkan oleh rakyat sekitar ke dalam sungai tersebut untuk mengalihkan perhatian makhluk-makhluk di dalamnya agar tidak memakan jenazah qu yuan. Kemudian, bakcang menjadi salah satu simbol perayaan peh cun atau duanwu.

3. Kiasu


kiasu adalah ejaan hokkien (fujianese) untuk bhashu/pasu. Jargon ini sangat sering didengungkan di singapura. Istilah ini mengandung arti (kira-kira) suatu ketakutan akan tertinggal karena kurang menguasai ilmu. Kata ini begitu banyak digunakan oleh orang-orang singapura dan malaysia yang dimasukkan ke dalam perbendaharaan bahasa inggris mereka. Kata ini seringkali digunakan dalam menggambarkan sikap sosial masyarakat, khususnya masyarakat singapura.

Kiasu telah diterima sebagai kata resmi di kamus bahasa inggris oxford. Kiasu biasanya dibandingkan dengan kiasi (secara harfiah berarti, takut mati) dan keduanya biasanya digunakan untuk menggambarkan perilaku dimana kiasu atau kiasu-isme berarti mengambil cara-cara ekstrim untuk memperoleh kesuksesan dan kiasi atau kiasi-isme berarti mengambil cara-cara ekstrim untuk menghindari resiko.

4. Budaya cina Peranakan



banyak budaya, aksen maupun produk tionghoa yang bukan berasal dari negeri cina daratan, namun merupakan produk setempat yang dinamai istilah cina. Kalau di malaysia, kita mengenal ikan louhan yang bukan dari cina, tapi “penemuan” peternak ikan china dari malaysia, di indonesia kita mengenal “lontong capgomeh” yang tidak ada di negeri cina, maupun wingko babat yang berasal dari kota babat di jawa timur.

SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar